- Prosedur Berperkara
- Panjar Biaya Perkara
- Hak-hak Pencari Keadilan
- Hak-hak Pemohon Informasi
- Laporan Meja Informasi
- Alur Pelayanan Informasi
- Formulir Mohon Informasi
- Prosedur Keberatan
- Biaya Salinan Informasi
- Panggilan Sidang Ghoib
- Publikasi Putusan
- Perkara Diterima Diputus
- Lihat Grafik Perkara
- Waskat
- Laporan Keuangan Perkara
- Penelitian
- Jadwal Sidang
- Maklumat Pelayanan
Negara Sangat Mendukung Prodeo, Sidang keliling dan Posbakum

Bogor l badilag.net
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ternyata memberikan perhatian yang serius terhadap program access to justice di Mahkamah Agung. Ketika membuka konferensi IACA di Bogor, kemarin, Presiden menegaskan bahwa pelayanan perkara prodeo, sidang keliling dan pos bantuan hukum akan terus ditingkatkan.
“Kita bantu masyarakat miskin, anak-anak dan kaum perempuan melalui pembebasan biaya perkara, sidang keliling dan pos bantuan hukum,” kata Presiden, di hadapan Ketua Mahkamah Agung, ketua Mahkamah Konstitusi, para menteri dan peserta konferensi IACA.
Bukti keseriusan itu bisa dilihat dari banyaknya perkara masyarakat miskin yang dibantu di pengadilan. “Dua tahun ke depan, ditargetkan 4.000 perkara menjadi 11.000 perkara per tahun,” Presiden menjabarkan.
Sementara itu, upaya membantu masyarakat melalui sidang keliling, tahun ini dilakukan di 273 lokasi di seluruh Indonesia.
Upaya memberikan akses keadilan kepada masyarakat miskin, menurut Presiden, selaras dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang yang telah disusun pemerintah.
Presiden menambahkan, demi meningkatkan access to justice, pihaknya telah mengeluarkan Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2010 tentang Program Pembangunan yang Berkeadilan. Melalui Inpres tersebut, Presiden menegaskan bahwa seluruh lapisan masyarakat harus dapat mengakses keadilan dengan mudah dan murah.
“Aparat pusat dan daerah harus fokus kepada keadilan bagi masyarakat miskin, anak-anak, kaum wanita, perburuhan, bantuan hukum, reformasi hukum dan peradilan,” tandas Presiden.
Sebagaimana diketahui, access to justice menjadi tema besar pagelaran konferensi IACA untuk kawasan Asia Tenggara yang berlangsung di Bogor, 13-16 Maret 2011.
Di berbagai negara di penjuru dunia, akses keadilan bagi masyarakat miskin memang menjadi fokus utama. Karena itu, apa yang terjadi Indonesia sesungguhnya tidak berbeda jauh dengan apa yang terjadi di belahan lain dunia.
“Justice for the poor itu sudah menjadi tren dunia,” kata Dirjen Badilag Wahyu Widiana, yang juga hadir dalam acara pembukaan konferensi IACA di Istana Bogor.
Dirjen mengingatkan, apa yang dilakukan oleh lembaga peradilan di Indonesia, termasuk peradilan agama, tidak luput dari perhatian masyarakat internasional.
“Kita harus bersyukur. Ternyata kerja keras kita tidak sia-sia. Ini terbukti dari perhatian yang diberikan masyarakat internasional, bahkan Presiden kita sendiri,” tuturnya.
(hermansyah)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| Artikel Lainnya : |
|---|
|
| Powered By admin pa-magelang |


