- Prosedur Berperkara
- Panjar Biaya Perkara
- Hak-hak Pencari Keadilan
- Hak-hak Pemohon Informasi
- Laporan Meja Informasi
- Alur Pelayanan Informasi
- Formulir Mohon Informasi
- Prosedur Keberatan
- Biaya Salinan Informasi
- Panggilan Sidang Ghoib
- Publikasi Putusan
- Perkara Diterima Diputus
- Lihat Grafik Perkara
- Waskat
- Laporan Keuangan Perkara
- Penelitian
- Jadwal Sidang
- Maklumat Pelayanan
AusAid akan membuat Video Meja Informasi
AusAid akan membuat Video Meja Informasi
Jakarta|badilag.net (20/7/2011)
Australian-Indonesian Partnership for Justice (AIPJ) berencana membuat video tentang meja informasi. Video tersebut akan menggambarkan pelayanan meja informasi di Family Court of Australia dan di Pengadilan Agama Indonesia.
“Video ini akan memberikan gambaran tentang bagaimana seharusnya suatu Meja Informasi secara ideal berjalan,” ungkap Direktur Program AIPJ, Nicola Colbran, di ruang kerjanya di Gedung Cyber 2, Jakarta, Selasa (19/7/2011).
Pembuatan video Meja Informasi dimaksudkan sebagai salah satu materi dalam pelatihan Training of Trainer tentang Meja Informasi yang akan diadakan oleh AusAid bekerjasama dengan Badilag. Pelatihan tersebut akan diselenggarakan beberapa kali, satu kali di akhir tahun 2011 dan selanjutnya pada tahun 2012.

Nicola menjelaskan bahwa video tersebut akan mengambil seting Pengadilan Keluarga Australia (Family Court of Australia). Menurut Nicola, ia bersama dengan Tim Pembaruan Mahkamah Agung beserta delegasi dari Badilag akan berkunjung ke Pengadilan Keluarga Australia (FCoA).
“Selain itu, kita juga mengambil seting salah satu Pengadilan Agama di Indonesia. Kita akan buat skenario dan akan diperankan oleh beberapa orang aktor untuk video tersebut”, jelas Nicola.
Sebagaimana telah diketahui, baru-baru ini Badilag telah menerbitkan SK Dirjen Badilag Nomor 0017/Dj.A/SK/VII/2011 tentang Pedoman Pelayanan Meja Informasi di lingkungan Peradilan Agama.
“Memang kita akui telah belum memiliki training khusus untuk petugas Meja Informasi ini”, jelas Dirjen Badilag, Wahyu Widiana kepada Nicola dalam suatu pertemuan beberapa waktu yang lalu.
Pengadilan Keluarga Australia telah memiliki suatu bentuk pelayanan yang disebut dengan Program Layanan Publik Terpadu (Integrated Client Service Program). Di dalam program tersebut juga dijelaskan bagaimana petugas memberikan layanan informasi kepada para pihak. Petugas dibekali dengan skill-skill khusus untuk mengemban tugasnya.
Di antara skill menarik yang harus dimiliki oleh petugas layanan publik adalah kemampuan memberikan dukungan mental dan memberikan keamanan bagi klien terutama bagi mereka yang sedang mengalami kekerasan rumah tangga.
Selain itu, petugas juga diberikan pengetahuan tentang prosedur pendaftaran perkara, kemampuan berkomunikasi dan informasi-informasi lain yang dibutuhkan oleh klien.
Kerjasama Lainnya
Selain pelatihan Training of Trainer (TOT) bagi petugas Meja Informasi, AusAid juga akan mengadakan pelatihan lanjutan tentang Mediasi. Pelatihan ini akan memberikan skil mediasi yang lebih fokus pada sengketa hak asuh anak (hadhanah) dan harta bersama (joint marital property).
“Saya yakin ini akan jauh lebih bermanfaat bagi para hakim dan lebih relevan di Pengadilan Agama”, Nicola memberikan penjelasan kenapa materi tentang mediasi hadhanah dan harta bersama menjadi fokus.
Workshop Posbakum juga akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Menurut Nicola, yang pernah kuliah di UGM, workshop ini dimaksudkan untuk berbagi pengalaman antar 46 Pengadilan Agama yang memberikan layanan Posbakum dan juga kepada 46 calon Pengadilan Agama yang akan memberikan layanan Posbakum tahun depan.
Penilaian website yang sebelumnya dilakukan oleh National Legal Reform Project (NLRP), NGO dari negara kincir angin, juga akan dilakukan oleh AusAid. Tentunya, kriteria penilaian akan disesuaikan dengan peraturan yang lebih baru. Bila penilaian sebelumnya mengacu pada SK KMA Nomor 144/2007, maka ini akan mengacu pada SK KMA Nomor 1-144/KMA/SK/I/2011.
Di temui di ruang kerjanya, Dirjen Badilag, Wahyu Widiana menyampaikan apresiasi kepada AusAid atas perhatiannya mau bekerjasama dengan Badilag untuk memajukan peradilan agama di Indonesia.
“Saya harap setiap Pengadilan Agama tetap terus meningkatkan kualitas website mereka dalam rangka menyukseskan Reformasi Birokrasi yang sedang berjalan saat ini”, harap Wahyu.
(?Arijaya)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
Pemutakhiran Terakhir (Kamis, 28 Juli 2011 08:12)
| Artikel Lainnya : |
|---|
|
| Powered By admin pa-magelang |


