- Prosedur Berperkara
- Panjar Biaya Perkara
- Hak-hak Pencari Keadilan
- Hak-hak Pemohon Informasi
- Laporan Meja Informasi
- Alur Pelayanan Informasi
- Formulir Mohon Informasi
- Prosedur Keberatan
- Biaya Salinan Informasi
- Panggilan Sidang Ghoib
- Publikasi Putusan
- Perkara Diterima Diputus
- Lihat Grafik Perkara
- Waskat
- Laporan Keuangan Perkara
- Penelitian
- Jadwal Sidang
- Maklumat Pelayanan
Aparat PA Harus Mempertahankan Identitas Mereka
Aparat PA Harus Mempertahankan Identitas Mereka

Yogyakarta | badilag.net
Itulah yang ditegaskan oleh Waka MA Bidang Non Yudisial, Dr.H. Ahmad Kamil, SH, M.Hum ketika memberikan pembinaan di PTA Yogyakarta, Jum’at malam (20/1/2012). Keesokan harinya, ia diundang sebagai pembicara kunci pada seminar nasional yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Agama Islam, UII Yogyakarta, Sabtu (21/1/2012).
Tampak hadir juga, Hakim Agung Habiburrahman, Dirjen Badilag, Wahyu Widiana, Panmud Perdata Agama, Edi Riyadi, sejumlah KPTA, dan hakim di wilayah PTA Yogyakarta.
Dalam arahannya, Ahmad Kamil mengharapkan agar aparat Peradilan Agama tetap menjaga karakter-karakter luhur yang dimiliki. Di antara karakter tersebut adalah semangat belajar, bekerja keras, mau berkorban untuk instansi dan menjunjung tinggi persaudaraan.
Ia kemudian menyebut karakter tersebut sebagai “identitas PA”.
Ahmad Kamil menceritakan kisahnya tidak dapat merayakan idul fitri bersama keluarga. Ketika itu, pada malam takbiran ia harus pergi ke Aceh demi melaksanakan tugas dengan menggunakan bus.
“Dengan cerita ini saya ingin memotivasi kawan-kawan, terutama yang muda-muda, agar jangan mudah pantang menyerah,” ujarnya.

Ia menyayangkan apabila aparat Peradilan Agama mudah putus asa. Padahal, menurutnya, sekarang sudah ada remunerasi. Ini sangat berbeda dengan situasi yang ia alami dulu. Waktu itu belum ada remunerasi.
Ahmad Kamil juga menyampaikan terima kasih kepada Wahyu Widiana atas jerih payahnya melakukan pembinaan terhadap PA-PA. Berkat usaha Wahyu Widiana inilah, Pengadilan Agama dikenal oleh dunia luar.
Respon Positif terhadap RB
Dirjen Badilag, Wahyu Widiana juga sempat menyampaikan hasil pengamatannya setelah melakukan “roadshow” ke beberapa PA.
“Saya lihat banyak PA memberikan respon positif terhadap reformasi birokrasi (RB) yang tengah digalakkan oleh Mahkamah Agung,” ujarnya.
“Respon positif itu rupaya tidak hanya dari PA di kota-kota besar, tetapi juga dari PA di kota terpencil sekalipun,” lanjutnya.

Wahyu Widiana merasa sangat senang dengan sikap aparat peradilan yang merasa bangga akan institusinya. Ini adalah modal besar yang harus tetap dijaga. Kebanggaan ini penting untuk membuat aparat peradilan merasa memiliki dan meningkatkan performa kerja mereka.
Hakim Agung, Habiburrahman yang sempat hadir juga menyatakan sependapat dengan pandangan Wahyu Widiana.
“Saat ini kita lihat banyak sekali kemajuan-kemajuan yang sangat berarti yang telah dilakukan oleh Pengadilan Agama. Itu bagus sekali. Kita semua berkewajiban menjaganya,” tegasnya.
Habiburrahman juga mengutarakan kekagumannya pada salah seorang hakim di wilayah PTA Yogyakarta. Pasalnya seorang professor dari Jepang yang bernama Ikada akan melakukan kunjungan ke Indonesia dan ingin bertemu dengan hakim tersebut.
Habiburrahman lalu menceritakan perihal kunjungannya ke Jepang beberapa waktu yang lalu. Di Jepang ia bertemu dengan Prof. Ikada dan Ikada mengatakan bahwa ia sering melakukan diskusi via email dengan seorang yang bernama NUR LAILAH AHMAD, S.H, hakim PA Bantul.
(Rahmat Arijaya)
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| Artikel Lainnya : |
|---|
|
| Powered By admin pa-magelang |


