• Beranda
  • Informasi Perkara
    • Panggilan Sidang Ghoib
    • Perkara Diterima Diputus
    • Publikasi Putusan
    • Faktor Penyebab Perceraian
    • Rekap Jenis Perkara
    • Lihat Grafik Perkara
  • Pelayanan Publik
    • SOP Pelayanan Publik
      • SOP Berperkara
      • SOP Upaya Hukum
      • SOP Pengaduan
      • Pengembalian Sisa Panjar
      • PPH
    • Mediasi
      • Apa itu Mediasi
      • Daftar Mediator
      • Laporan Mediasi
        • Tahun 2011
        • Tahun 2012
      • Statistik Mediasi
    • Perkara Prodeo
      • Laporan Prodeo
      • Statistik Prodeo
    • Sidang Keliling
  • Peraturan
    • Produk Undang-Undang RI
    • Legislasi Mahkamah Agung RI
    • Buku II SIAP
  • Transparansi
    • Laporan Iwadl
    • Laporan PNBP
    • Laporan BMN
      • Neraca Bulanan
      • Laporan Persediaan
    • Pengembalian Sisa Panjar
  • Buku Tamu

              

Ketua PA Magelang
Menu Utama
  • Wilayah Yurisdiksi
  • Sejarah PA Magelang
  • Visi dan Misi
  • Profil Pegawai
  • Struktur Organisasi
  • Tugas Pokok dan Fungsi
  • Profil PA Magelang
  • Rencana Pengadaan
  • Perjanjian Pihak Ketiga
  • Kontak Kami
  • Rekap Peraturan MA
  • Naskah Peraturan MA
  • Nasihat Hukum MA
  • LHKPN
Informasi Kepaniteraan
  • Register Perkara
  • Info Perkara Online
Informasi Kesekretariatan
  • Data Aset/Inventaris
  • Profil Personil
  • Ortala
  • DUK
  • Statistik Kepegawaian
  • Rencana Strategis
  • Ringkasan Lakip
  • Program Kerja
  • Surat Dinas
  • Info Lelang
Transparansi Peradilan
  • Prosedur Berperkara
  • Panjar Biaya Perkara
  • Hak-hak Pencari Keadilan
  • Hak-hak Pemohon Informasi
  • Laporan Meja Informasi
  • Alur Pelayanan Informasi
  • Formulir Mohon Informasi
  • Prosedur Keberatan
  • Biaya Salinan Informasi
  • Panggilan Sidang Ghoib
  • Publikasi Putusan
  • Perkara Diterima Diputus
  • Lihat Grafik Perkara
  • Waskat
  • Laporan Keuangan Perkara
  • Penelitian
  • Jadwal Sidang
  • Maklumat Pelayanan
Transparansi Anggaran
  • Pagu dan Realisasi DIPA
  • Laporan Keuangan
Pengaduan
  • Prosedur Pengaduan
  • Statistik Pengaduan
  • Data Hukuman
  • TLHP Pengaduan
  • Pengaduan Online
  • Hak-hak Pelapor & Terlapor
Lain-lain
  • Agenda Ketua
  • Kebijakan Pimpinan
Kode Etik
  • Pedoman Perilaku Hakim
Menu Interaktif
  • Buku Tamu
  • Web Link
  • Info Magelang
  • Kaidah Hukum
  • Teknologi Informasi
  • Download
  • Berita Peradilan

postheadericon Getuk Magelang Nomor Wahid

postdateiconKamis, 12 Mei 2011 13:55

KALAU bicara tentang Magelang, apa yang akan melintas di kepala Anda mengenai sesuatu yang khas dari kota ini? Orang yang pernah lewat atau singgah, atau bahkan berasal dari kota ini, akan mengatakan bahwa yang khas dari Kota Magelang adalah getuk. Benar, kota ini memang terkenal dengan getuknya, sampai-sampai Magelang dijuluki sebagai kota getuk. Namun itu tak mengherankan. Soalnya Magelang memiliki kebun singkong yang luas. Dan singkong adalah bahan baku getuk. Jadi, cocoklah kalau Magelang dijadikan sebagai sentra pembuatan getuk.

 

Getuk yang dibuat di Magelang memang terasa lain dibandingkan dengan getuk dari tempat lain. Baik rasanya maupun teksturnya. Karena tekstur getuk Magelang itu lembut, halus dan rasanya enak lagi. Saat ini banyak sekali getuk Magelang yang dipasarkan dalam kemasan-kemasan. Salah satu merek yang terkenal adalah Getuk Trio. Tapi sebenarnya masih banyak merek yang lain, antara lain: Eco, Marem, Nyak Week, dan lain-lain.

 

Itu semua merek getuk yang dibuat oleh pabrik getuk. Dan semua getuk dengan merek itu sebenarnya adalah getuk ‘yang ikut-ikutan’. Sebenarnya, di Magelang ada getuk asli yang dibuat oleh anak keturunan pembuat getuk asli Magelang. Sayangnya tidak banyak yang tahu, kalau dulu getuk yang paling enak itu, dibuat oleh Mbah Ali Gondok, sekitar tahun 190-an. Getuk buatan Mbah Ali memang sangat enak. Keenakan dan kenikmatan getuk ini tersiar sampai ke mana-mana. Bahkan sampai ke luar kota Magelang. Mbah Ali yang berasal dari desa Karet, Magelang, pun menjadi ikut terkenal pula.

 


Setelah Mbah Ali Gondok meninggal dunia, usahanya itu diteruskan oleh anak-anaknya. Kemudian dilanjutkan pula oleh cucu-cucunya. Lalu oleh cicit-cicitnya. Jadi, sekarang sudah sampai generasi ke-3. Saat ini, anak keturunan Mbah Ali Gondok berjualan getuk di sekitar Pasar Gede Magelang. Ada sekitar 8 orang yang berjualan getuk di sana. Enam orang adalah keturuan Mbah Ali Gondok, dan dua orang yang lain bukan.

 

Believe it or not, alias percaya gak sih, di Jogja, tepatnya di depan mirota kampus Yogyakarta ada penjual getuk yang memasang nama Mbok Gondok. Apakah dia benar-benar keturunannya Mbah Gondok? Tak jelas. Tapi... kalau si Mbok yang jualan memang punya penyakit gondok, atau namanya memang gondok, bagaimana? Jadi, ya sudahlah. Namanya juga orang caro nafkah....

 


Salah satu penjual getuk keturunan Mbah Ali Gondok adalah Mbak Tinah, Agustinah nama lengkapnya, yang berjualan di dekat gerbang pintu masuk pasar. Mbak Tinah ini adalah cicit dari Mbah Ali Gondok.  Ada apa dengan Mbak Tinah ini? Yang pasti, getuk buatan Mbak Tinah ini agak berbeda dengan getuk buatan saudara-saudaranya yang lain. Dari sisi warna memang getuk buatan Mbak Tinah semenarik yang lain, begitu juga rasanya. Yang istimewa adalah, Mbak Tinah tidak menggunakan bahan-bahan pengawet atau bahan-bahan pemoles untuk mempercantik tampilan getuknya. Putihnya tidak putih sekali, agak sedikit mangkak, tetapi natural. Begitu juga dengan warna-warna yang lain. Juga tidak menggunakan pengawet, jadi tidak tahan lama. Paling banter cuma sehari. Jadi, beli langsung makan.

 

Apa sih keistimewaan getuk buatan keturunan Mbah Ali ini sebenarnya? Sebetulnya tidak banyak macam getuk yang dibuat. Getuk biasa yang berasa coklat, hijau (pandan) dan pink. Lalu getuk tiga warna. Ada juga getuk yang dibuat bulat dengan kombinasi putih dan coklat. Ada juga getuk yang dibuat bulat-bulat hanya dengan campuran getuk asli dan gula jawa. Getuk ini dibuat agak kasar tidak sehalus getuk yang lain dan rasanya natural. Mungkin getuk ini asli kreasi Mbah Ali Gondok.

 


Walaupun hanya dijual dengan sistem kaki lima, tapi (boleh dicoba) getuk buatan Mbak Tinah adalah getuk terenak di Magelang. Jika Anda berminat dengan getuk buatan Mbak Tinah ini, monggo, silakan langsung saja ke Pasar Rejowinangun, Magelang, dantanya pada para pedagang di sekitar situ, yakin, hampir semua penjual di sana mengetahui di mana tempat berjualanya Mbak Tinah yang uenak dan legit itu – getuknya.

Pemutakhiran Terakhir (Kamis, 12 Mei 2011 14:03)

 


Artikel Lainnya :

  • Magelang sing Ngangeni (12-05-2011)
Powered By admin pa-magelang

Copyright © 2010 PA Magelang
Jln. Sunan Giri Jurangombo Selatan
Magelang Selatan, Kota Magelang 56123

.