- Prosedur Berperkara
- Panjar Biaya Perkara
- Hak-hak Pencari Keadilan
- Hak-hak Pemohon Informasi
- Laporan Meja Informasi
- Alur Pelayanan Informasi
- Formulir Mohon Informasi
- Prosedur Keberatan
- Biaya Salinan Informasi
- Panggilan Sidang Ghoib
- Publikasi Putusan
- Perkara Diterima Diputus
- Lihat Grafik Perkara
- Waskat
- Laporan Keuangan Perkara
- Penelitian
- Jadwal Sidang
- Maklumat Pelayanan
Di Waktu Sahur Mereka Beristighfar
Di waktu sahur mereka beristighfar
Oleh : M Junaidi Sahal Busyri
Ramadhan adalah bulan dibukanya pintu-pintu ampunan Alloh. Dan itu adalah waktu yang tepat bagi orang-orang yang bertakwa untuk semakin mendekatkan dirinya pada Alloh, karena itu orang-orang yang sholeh akan menyambutnya dengan suka cita.Segala hal telah dipersiapkan untuk menyambutnya, dari mulai persiapan fisik,finansial maupun keimanan.
Namun bagi stasiun-stasiun televisi, Ramadhan menjadi bulan untuk meraup keuntungan yang lebih besar dari bulan-bulan lainnya.Mereka menyiapkan berbagai macam acara atau hiburan yang akan diputar dari mulai subuh hingga subuh lagi. Maka kita akan disuguhi tontonan-tontonan yang lebih dominan suguhan yang bersifat tontonan ketimbang tuntunan.
Di waktu sahur, bisa jadi orang-orang terbangun bukan karena bacaan dari senandung ayat-ayat Al Qur’an yang diperdengarkan dari masjid,namun karena maraknya acara-acara televisi yang bersifat hiburan tersebut.
Di waktu sahur, seorang bapak bukan sibuk sholat malam atau beristighfar namun dia sibuk memegang piring makanan sahur seraya berteriak – teriak kepada istrinya menanyakan remote control televisinya.Sepertinya dia khawatir ketinggalan acara favoritnya, kuis berhadiah yang di siarkan langsung sebelum subuh.
Diwaktu sahur, sambil menyantap hidangan sahur dia tertawa terkekeh-kekeh melihat lawakan di acara-acara televisi,bahkan terkadang tidak menyadari bahwa adzan sebentar lagi dikumandangkan.Dan yang lebih buruk lagi,sholat subuhpun terlambat gara-gara masih asyik duduk santai didepan televise seraya pencet tuts telepon berkali-kali untuk bisa menjawab kuis berhadiah yang di siarkan secara langsung.
Sebenarnya tidak haram melihat televisi diwaktu sahur, lebih-lebih jika memang acaranya mengandung unsur tuntunan.Namun yang perlu diketahui oleh semua elemen masyarakat yang beriman, justru diwaktu sahur itulah ,Alloh menawarkan rahmatNya.Imam Muslim meriwayatkan melalui Abu Hurairah ra. Bahwa Nabi SAW bersabda,”Tuhan kita “turun” ke langit dunia setiap malam pada saat sepertiga malam telah berlalu, dan Dia berfirman: “Akulah Maha Raja, siapa yang berdoa kepadaKu, niscaya Kuperkenankan untuknya, siapa yang meminta padaKu niscaya Aku beri, siapa yang beristighfar niscaya Aku ampuni”, demikian berlanjut sampai terbit fajar.
Apakah termasuk orang-orang yang berakal jika Sang Kekasih datang menawarkan cintaNya,justru berpaling dengan asyik nonton para pelawak-pelawak itu?”
Apakah termasuk orang-orang yang berperasaan ,jika Sang Pemberi datang menawarkan ampunanNya, justru kita yang penuh dosa ini-mentertawakan Nya?
Apakah termasuk orang-orang yang bertakwa jika Sang Raja alam semesta datang mengabulkan do’a orang-orang yang memohon padaNya,namun justru si pemohon sendiri bersorak gembira menonton acara kuis di televisi dan tidak menghiraukanNya?.
Sungguh itu adalah bukan sifat orang-orang yang bertakwa yaitu orang-orang yang berhasil dalam puasanya. Karena bagi orang-orang yang bertakwa selalu berdoa, seperti termaktub dalam Ali Imran 16-17,”Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah dosa-dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka”, yakni orang-orang yang sabar, benar, taat dan (suka)berinfak dan yang beristighfar di waktu sahur”
Bahkan dalam Surat Adz Dzariyaat 17-18,Alloh lebih merinci ciri-ciri orang yang bertakwa; ”Mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam, dan diwaktu-waktu sahur mereka memohon ampun (kepada Alloh)”
Waktu sahur adalah waktu yang sangat penuh barokah,maka apapun yang dilakukan pada waktu tersebut selama ditujukan untuk menambah kwalitas kedekatan kepada Alloh SWT,maka akan terliputi barokahNya.Itulah kenapa rasulullah bersabda,”Makanlah di waktu sahur,karena (membuat) makanan sahur itu barokah”(Muttafaq alaih)
Sungguh akan menjadi berkah pada puasa dan kehidupan yang kita jalani,jika di waktu sahur baik sebelum makan sahur atau sesudahnya senantiasa beristighfar padaNya hingga menjelang sholat shubuh.Itulah makna ayat diatas, wa bil ashari hum yastaghfirun,di waktu-waktu sahur mereka beristighfar.
Marilah kita persiapkan sejak sekarang, atur kegiatan di Bulan Ramadhan nanti agar kita tidak terlena dan mampu memaksimalkan segala amal soleh kita.
Wallohu a’lam.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
| Artikel Lainnya : |
|---|
|
| Powered By admin pa-magelang |


