- Prosedur Berperkara
- Panjar Biaya Perkara
- Hak-hak Pencari Keadilan
- Hak-hak Pemohon Informasi
- Laporan Meja Informasi
- Alur Pelayanan Informasi
- Formulir Mohon Informasi
- Prosedur Keberatan
- Biaya Salinan Informasi
- Panggilan Sidang Ghoib
- Publikasi Putusan
- Perkara Diterima Diputus
- Lihat Grafik Perkara
- Waskat
- Laporan Keuangan Perkara
- Penelitian
- Jadwal Sidang
- Maklumat Pelayanan
Pembinaan SDM (2)
Lanjutan Kegiatan Pembinaan SDM
dengan membaca kitab Risalah Mudzakaroh
Tanggal 7 Juni 2010
Oleh H. Hasanuddin, SH., MH.

Penulis kitab ini yaitu Habib Abdillah Alawiy Alhadad, berpesan : hindarkanlah dirimu dari murka Allah dan siksanya dengan meghindarkan dirimu dari perbuatan maksiyat. Ketika hawa nafsu mengajak berbuat maksiyat, maka ingatkanlah bahwa Allah selalu mengawasi kamu, takutlah ancaman Allah berupa siksaan yang pedih dan kemurkaan Allah yang mana langit dan bumipun tidak sanggup menghadapinya.
Rasulullah SAW bersabda” Barang siapa yang merasa senang dengan amal baiknya dan merasa susah dengan amal buruknya, maka ia adalah orang beriman”. Artinya jika orang mukmin mendapat pertolongan Allah sehingga dapat melakukan amal kebaikan, maka ia harus bersyukur kepada Allah yang telah memulyakannya dan seharusnya ia mohon semoga Allah menerima sebagai amal sholihnya.
Sahabat Ali Karromallahu-wajhah berkata : ”Yang terpenting dari kalian adalah terkabulnya amal kebaikan dan kalian harus selalu mengakui kekuranganmu dalam memenuhi hak-hak Allah atasmu, meskipun kamu sudah bersungguh-sungguh dan bersegera dalam mentaati Allah, karena sesunggunya hak Allah atasmu itu sangat besar /tak terhingga. Allahlah yang menciptakan kamu, Allah memberikan kenikmatan yang sempurna dalam hidupmu, Allah memberikan kemulyaan, Allah memberikan pertolongan dan kasih sayang sehingga kamu dapat mentaati dan berbakti kepada-Nya.”
Selanjutnya penulis memberi tausiyah : hindarilah jangan sampai kamu mengotori baju imanmu dan kamu mencoreng wajah hatimu dengan melanggar apa yang dilarang oleh Tuhanmu. Jika suatu ketika kamu terlanjur berbuat dosa, maka segeralah kamu bertaubat kembali kepada ajaran agamamu, kamu perbanyak penyesalan dan minta ampunan, lalu kamu senantiasa takut dan gentar dari berbuat dosa lagi. Sesungguhnya orang mukmin itu senantiasa takut dan gentar kepada tuhannya, meskipun ia telah ikhlas akan ketaatannya dan baik perbuatannya.
Kamu mengetahui apa yang telah diperbuat oleh para Nabi yang sebenarnya terpelihara dari perbuatan dosa, juga perbuatan para pewaris nabi yang menjadi kekasih-kekasih Allah. Mereka senantiasa takut dan gentar kepada Allah, mereka senantiasa melakukan amal shalih dan menjauhi perbuatan dosa. Oleh karena itu, terlebih lagi bagi kamu yang tidak ma’shum (terpelihara dari dosa), yang kurang mengenali luasnya rahmat Allah, yang kurang bulat dalam berharap kepada Allah, maka ikutilah ajaran Rasulullah dan para pewarisnya, berpegang teguhlah kepada agama Allah, karena barang siapa berpegang teguh pada agama Allah, maka ia ditunjukan kejalan yang lurus. Amin ya rabb al-alamin.
| Comments |
|
3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."
Pemutakhiran Terakhir (Rabu, 09 Juni 2010 10:51)
| Artikel Lainnya : |
|---|
|
| Powered By admin pa-magelang |


